27 Jan 2011

LisT Must To Do...^_*

.: TEMPAT ♥:.
[√] Tempat Nikah ---> Mesjid Asra Al-Bakrie
[√] Tempat resepsi ---> Rumah Cha
.:♥ ADMINISTRASI ♥:.
[
] Lapor ke KUA
[] Kelengkapan Dokumen2 Utk Buku Nikah
[] Penghulu
.:MAHAR & CINCIN KAWIN ♥:.
[] Mahar
[] Cincin Kawin
.: DEKORASI ♥:.
[] Dekorasi tempat Nikah
[] Dekorasi pelaminan 
[] Dekorasi Tenda
.: CATERING ♥:.
[√] Catering Untuk Nikah
[√] Catering Untuk Resepsi
.: SALON / MAKE UP ♥:.
[] Mempelai Wanita (Resepsi + Nikah)
[] Mempelai pria
[] Keluarga mempelai wanita
[] Penerima tamu
.: GAUN / BUSANA ♥:.
[√] Kebaya Akad ---> Fitting + Lotorso Tulang
[] Jas Nikah (BeskaP)
[] Accessories pengantin pria
[ ] Accessories pengantin wanita
[] Kebaya Mama (untuk klrg pria & wanita)
[] Baju Papa
[] Seragam Keluarga Inti
[ ] Baju Among Tamu
.:DOKUMENTASI ♥:.
[] Photo Nikah dan Resepsi ---> Dayat Photography
.:KARTU UNDANGAN ♥:.
[] Kartu undangan ---> Sabilah Souvenir
[] Kartu ucapan terima kasih
[] Label stiker nama
.:SOUVENIR ♥:.
[] Souvenir + packaging (Tentative)

apa lagi yah??
dah ah... i dont know what i must to do next!!

12 Jan 2011

NgURus Surat NikaH

Salah satu tahapan dari pernikahan adalah mengurus surat nikah. Bagi yang anda yang sebentar lagi akan menikah lebih baik uruslah masalah ini jauh-jauh hari sebelumnya, minimal satu bulan sebelum menikah. Terlebih jika mempelai pria dan mempelai wanita beda kota atau bahkan beda pulau :D. Apabila anda menikah di kediaman mempelai wanita, langkah-langkah persiapannya pengurusan surat nikah adalah sebagai berikut

Langkah-langkah Calon Mempelai Pria (CMP):
  1. CMP ke RT dan RW setempat untuk membuat surat pengantar. Bawa fotokopi KTP CMP (2 lembar), fotokopi KTP CPW (tulislah keterangan menumpang menikah di KUA dekat tempat tinggal CPW, Penting!).
  2. CMP ke KELURAHAN untuk membuat SURAT PENGANTAR KUA NUMPANG NIKAH. Bawa fotokopi KTP CMP (2 lembar), fotokopi KK CMP (2 lembar), fotokopi CPW (1 lembar), fotokopi KK CPW (1 lembar).
    Hasilnya :Surat N1 dan N4 untuk dibawa ke KUA.
  3. CMP ke KUA untuk membuat SURAT NUMPANG NIKAH. Bawa Surat Pengantar dari Kelurahan CMP, KK CMP, KTP CMP, KK CMW dan KTP CMW. Biaya sekitar 100ribu.
Langkah-langkah Calon Mempelai Wanita (CMW)
  1. CMW ke RT dan RW setempat untuk minta pengantar surat dari RT dan RW. Bawa fotokopi KTP CMW (2 lembar).
  2. CMW ke KELURAHAN dengan membawa fotokopi KTP CMW (2 lembar), surat pengantar RT dan RW (langkah pertama), fotokopi KK CMW (2 lembar), fotokopi KTP CMP, fotokopi KK CMP.
    Hasilnya : Surat N1 dan N4 untuk dibawa ke KUA.
  3. CMW ke KUA dengan membawa Surat Pengantar dari Kelurahan CMW, SURAT NUMPANG NIKAH dari CMP, KK CMW dan pas foto 2×3 masing-masing 3 lembar (ada juga yang minta foto 4x6, untuk jaga-jaga sekalian buat foto masing-masing 5 lembar). Biaya sekitar 100ribu belum termasuk biaya penghulu.
    Hasil : Surat keterangan akan menikah dari KUA
Setelah itu tinggal adakanlah perjanjian dengan penghulu, mau dijemput atau langsung ditunggu di lokasi. Biaya penghulu berfariasi tergantung dari lokasi tempat anda menikah bisa jadi 300ribu, 500ribu atau bahkan 1juta. Jika diperlukan bayarlah separuh dulu ke penghulu sebelum acara dan bayar sisanya setelah acara. Biaya Resmi menikah di KUA sebetulnya murah. Biaya menjadi tinggi karena umumnya pengantin mengundang penghulu ke rumah pada saat hari libur. Sehingga para penghulu juga pasang tarif.

11 Jan 2011

MaRriage

10 tips awal bagi pasangan yang akan melangsungkan pernikahan ataupun bagi pasangan yang telah menikah: 
  • Setiap pernikahan harus dilandasi niat yang kuat yaitu menikah karena Allah, sehingga kita akan ikhlas menerima ketentuanNya seburuk apapun itu, tanamkan di mindset kita bahwa menikah adalah ibadah.
  • Sebelum memasuki gerbang pernikahan masing masing harus memastikan tidak ada rahasia terpendam yang ditakutkan akan menjadi masalah terpendam dalam pernikahan nantinya.
  • Jangan berbohong demi bisa menikah dengan orang yang kita incar -tidak semua lho menikah karena cinta- karena kebohongan sepandai dan serapi apapun menyimpannya bisa saja terkuak di belakang hari.
  • Jika sebelum menikah kita sudah melihat banyak sifat dan kelakuan calon pasangan yang kita tidak sreg dan sifatnya prinsipil jangan pernah berharap masalah itu akan selesai setelah pernikahan karena biasanya sesudah menikah malah aslinya keluar semua. Seperti laki laki yang suka ringan tangan saat pacaran atau terlalu possesive sehingga membatasi lingkungan sosial sang wanita, sebaiknya tidak diteruskan karena akibatnya bisa fatal dan sudah dibuktikan dalam acara acara kriminal di TV, kekerasan dalam rumah tangga bisa terjadi karena sang lelaki merasa memiliki kekuasaan atas diri wanitnya.
  • Juga berhati hatilah terhadap orang yang begitu sempurna, yang memiliki sifat pengalah yang luar biasa dan terkesan plin plan karena bisa saja begitu dia sudah menjadi suami belangnya baru kelihatan dan anda akan shock menghadapi kenyataan ini.
  • Biasakan untuk menggunakan pola pikir TO GIVE and TO TAKE bukan sebaliknya, jangan pernah punya pamrih saat kita memberi seperti cinta, jangan merasa bahwa cinta yang kita berikan begitu besar sementara timbal baliknya tidak sesuai, cinta dan perkawinan bukan dagang yang bisa diselesaikan dengan rumus matematik. Selama kita berpegang pada prinsip menikah karena Allah maka kita tidak akan menghitung untung dan rugi, bahkan saat rumah tangga digoncang prahara kita tidak akan gamang karena yakin Tuhan punya rencana yang baik buat kita sehingga kita bisa mengambil hikmah dari setiap peristiwa.
  • Pernikahan 2 manusia dewasa dari background yang berbeda tidaklah mudah dibutuhkan kedewasaan, kejujuran, keikhlasan dan komitmen untuk bisa menjalaninya. Pasangan dalam perkawinan juga merupakan partner untuk mengayuh roda kehidupan buat irama yang harmonis, jangan yang satu melangkah terlalu cepat sementara lainnya leha leha karena lama kelamaan akan terjadi kepincangan.
  • Jika kehidupan perkawinan mulai jenuh coba melakukan refreshing berdua tanpa anak, coba lakukan ritual ritual romantis seperti yang pernah anda lakukan saat cinta masih menggebu. Ini problemnya terkadang naluri seorang ibu susah meninggalkan anaknya sehingga kalaupun terpaksa tidak bawa anak tapi dia tidak bisa menikmati “bulan madu keduanya” karena pikirannya ada di rumah.
  • Selalu camkan kuat kuat dalam diri kita apa yang membuat pasangan kita jatuh hati pada diri kita dulu, pertahankan itu sebisa mungkin. Jika menyukai kita karena kecantikan dan kesegaran kita yang membuat dia merasa semangat maka sebagai istri anda juga wajib menjaga kecantikan dan kesegaran anda, ikut senam kebugaran sehingga darah mengalir lebih cepat yang membuat wajah selalu berseri, tampilkan inner beauty sebagai kompensasi kulit yang mulai keriput, percaya tubuh hanyalah wadah buat pasangan hidup kita selama spirit kita tetap cantik maka dia hanya akan menangkap sinar kecantikan itu. Pokoknya dalam perkawinan manajemen diri sangatlah penting jangan mentang mentang sudah menikah jadi boleh enak enakan. Jika suami suka karena kepandaian kita janganlah pernah berhenti belajar  karena anda akan menjadi sumber inspirasi suami, dan sebaliknya.
  • Kita tidak bisa mengabaikan faktor biologis dalam perkawinan, pada umumnya wanita lebih dewasa dibanding laki dalam usia yang sama jadi kalau wanita usianya lebih tua harus berhati hati karena anda sudah memilih untuk menghadapi kemungkinan kemungkinan yang tidak menyenangkan, bayangkan kalau seorang laki laki masih bisa menikmati hubungan seks sampai usia berapapun sementara wanita lebih cepat pudar hasrat seksualnya. Jadi kalau kita menikah dengan laki laki yang lebih muda pastikan kita memiliki hal hal lain yang bisa mengikat suami seandainya anda sudah bukan lagi pasangan  hangat di tempat tidur. Tapi kita tidak boleh pasrah, dengan latihan dan olah raga yang teratur maka usia biologis tubuh kita bisa saja lebih muda dari usia sebenarnya, selalu berpikir positip juga akan membuat kita menjadi pribadi yang menyenangkan.
Akhir kata tiada kata terlambat untuk memulai proses komunikasi. Dibutuhkan kebesaran jiwa dan kerendahan hati dari tiap-tiap pasangan untuk bisa menerima setiap kekurangan yang menjadi sandungan, dan mencoba untuk mencari jalan keluar yang baik bagi kelanggengan sebuah hubungan yang merupakan buah hasil dari suatu perkawinan. Berusahalah sekarang, menyesal sekarang ketika semuanya masih bisa diperbaiki daripada nanti ketika semuanya menjadi begitu terlambat.

7 Jan 2011

Desain Undangan

Udah lama se pengen cerita soal undangan...tapi belum sempeeet, karna masi ragu dan pengen nyari vendor yang pas baik dari segi model, bahan, tempat dan yang paling penting HARGA...hahaha...^_^ harus sesuai budget!!! let's cekidot....^_^
Cha pengen undangan itu 'Multifungsi' dan 'Muraaaah'. 
Multifungsi, maksudnya gak cma abis dibaca dibuang gtu, pengennya masi tetep disimpen dan bs dipakai ama org yang terima undangan cha...^_^
Murah, maksudnya sesuai budget dan sekalian bisa jadi souvenirrr....hehehe...#org pdg bgt
Setelah di browsing browsing disini akhirnya ketemu juga undangan dgn kriteria diatas...hehehe
Undangan Kipas
Kotak Undangan Paket
Undangan kipas diatas di workshop disebut Paket Undangan Hemat, karna biasanya antara undangan dan Kotaknya dihargai terpisah. Undangan hemat ini punya jari jari sekitar 18 cm dan kalo kipas di rentang lebarnya sekitar 36 cm. Sedangkan untuk harganya Rp 2.900 aja per paket...^_^ hihihi #muraaaah bangeeet...tp diluar ongkir...
sebagai perbandingan cha cba cari di Padang biar gak ada ongkir, ehm...disana harganya jadi mahal bangeet...kira kira Rp 10.000 per paket, hal ini dikarenakan bukan mereka sendiri yang bikin justru di pesen dulu ke Yogya..kalo gtu mah mending qta sendiri aja yg pesen kesana. btw workshop ini juga ada di Yogya lho.
Sebagai bahan referensi cha bakal ambil Paket Sampel nya yang seharga Rp 60.000. Kira kira isi nya begini...
Sampel Kipas Undangan

pengen banget tau Kualitas bahannya, tulisannya, kualitas bambunya dan kualitas hasil bikinannya. walaupun pengen yang murah tapi kan pengen yang bagus juga...hehehe
Kalo temen2nya Paket Undangan Hemat ini ada juga, hampir sama se cma beda di kotak, kayak gini :

Yang ini punya jari jari sekitar 19 cm - 21 cm. Tulisannya bisa di print jadi dua warna. Harganya sekitar Rp 2400 - Rp 3000 per undangan. Tapi belum ada kotaknya.
# ehm...tidak efisien...^_^
Ini Box unruk kipasnya. Hihihi... cantik ya..^_^
Tapi Paket Undangan Hemat juga bs ganti kotak jadi kayak gini. tapi dengan harga yang berbeda pula. Ini harga nya kira kira Rp 2.200 - Rp 2.700 per box.




Model yang lainnya juga ada seperti ini :
Pake Sarung
Undangan dan Sarungnya di jual terpisah. Harga undangannya sama kayak yang diatas, dan harga sarungnya sekitar Rp 800 per pcs.
Btw,, bingung kan..hehehe
tapi kalo cha udah gak bingung lagi karna pengen bangeet ngambil Paket Undangan Hemat aja..^_^

Untuk Contoh bahan/warna Kain Undangan dan Bahan/Warna Kotaknya kira2 pilihannya kayak gini... 
Kain Undangan


Kira kira kayak gitu dulu...^_^



6 Jan 2011

Commitment

7 Komitmen
Idealnya pasangan suami-istri menentukan komitmen atau kesepakatan sebelum mereka menikah. Beberapa komitmen yang perlu dibicarakan antara lain :
Siapa bendaharanya?
Yang penting adalah transparansi antara Anda dan pasangan. Kedua belah pihak sama-sama tahu penghasilan masing-masing, dan yang terpenting, bagaimana memaksimalkan dan mengatur uang tersebut.
“Siapa yang memegang uang, bukan hal utama. Fleksibel saja. Apalagi sekarang ada joint account atau tabungan bersama di mana suami-istri bisa sama-sama memantau,” ujar Johanes.
Jika keuangan dipegang istri, apakah suami harus menyerahkan semua gajinya? Menurut Johanes, konsep ini tidak selalu tepat, karena ada istri yang tak bisa me-manage uang. Selain itu, jika Anda tinggal di kota besar seperti Jakarta, konsep suami menyerahkan 100% gaji pada istri juga “merepotkan”. Sebab, suami yang mobile atau bekerja, akan membutuhkan uang, semisal untuk beli bensin. Jika semua diserahkan ke istri dan tiap hari minta ke istri, repot.
Sebelum menyerahkan gaji ke istri, suami sebaiknya menentukan berapa anggaran per bulan, misalnya kebutuhan bensin dan hiburan (seperti beli buku untuk dirinya sendiri). Yang perlu diserahkan adalah yang menyangkut kebutuhan bersama.
Jadi, harus pintar-pintar mengatur supaya satu sama lain tidak begitu tergantung. Sangat perlu bikin anggaran keuangan bulanan yang jelas, mulai dari biaya listrik, telepon, air, makan, pendidikan anak, kesehatan, rekreasi, tabungan, dan hal lain yang tak terduga.
Tinggal di mana?
Tak jarang, lantaran belum punya tempat tinggal sendiri, pasangan suami-istri masih tinggal di rumah orangtua atau mertua. Selain itu, dalam kultur masyarakat Indonesia, kadang orangtua tak ingin anaknya meninggalkan rumah. Jadi, lebih enak tinggal di rumah sendiri atau mertua?
Idealnya dalam satu rumah ada satu keluarga dengan satu kepala keluarga. Jika satu rumah ada lebih dari satu kepala keluarga, sudah tidak sehat. Jika tinggal di rumah sendiri, Anda dan pasangan punya kemandirian untuk mengatur rumah tangga, mulai dari mengatur keuangan, tata letak rumah, hingga kondisi rumah. Anda juga memiliki kebebasan secara individual.
Sebaliknya, berikut hal-hal yang mungkin terjadi jika tinggal dengan mertua :
  1. Tidak memiliki keleluasaan untuk melakukan “eksperimen” sendiri, seperti mengatur rumah karena harus tergantung pada si empunya rumah, yaitu mertua.
  2. Perlu penyesuaian. Jika belum begitu lama mengenal mertua, proses penyesuaian mungkin akan terbentur ke sana kemari dan bisa jadi akan menimbulkan gesekan antara Anda dengan pasangan atau Anda dengan mertua.
  3. Perlu membatasi dan menguasai diri untuk bisa cocok dengan mertua.
  4. Dalam segi keuangan, biasanya jika anak masih bekerja sedangkan orangtua tidak, anak lebih banyak mendukung orang tua. Begitu juga sebaliknya. Jika orangtuanya sangat mapan dan anaknya belum, orangtua yang lebih men-support anak.
Untuk keuangan, suami-istri bisa sepakat berbagi dengan orangtua atau mertua. Semisal disepakati masalah kebutuhan dapur ditangani orangtua, sementara Anda dan pasangan menangani listrik dan telepon. “Jadi, perlu ada garis jelas mana yang boleh dan mana yang tidak. Mana yang harus ditangani anak dan mana orangtua. Jangan sampai berkesan, anak menguasai orangtua dan sebaliknya,” jelas Johanes.
Berani berkata “tidak”
Dalam kultur Indonesia, campur tangan orangtua dalam kehidupan rumah tangga anak masih tinggi. Sejauh mana peran orangtua terhadap pasangan Anda, harus dikenali dalam masa pacaran.
Jangan sampai, setelah menikah pasangan tak bisa lepas dari orangtua, dalam arti “anak mami” atau “anak papi”. Contohnya, beli mobil saja pasangan harus bertanya ke orangtua, sedangkan Anda malah tak dimintai pendapat.
Pasangan akan merasa tak dihargai. Padahal, dalam pernikahan, pasangan adalah orang yang dimintai saran, bukan orang lain. Banyak pasangan terjebak dalam hal ini.”
Agar tidak terjadi, sebisa mungkin tidak sedikit-sedikit lari ke orangtua. Tanpa bermaksud menyakiti hati orangtua, berusaha dan berani mengambil keputusan sendiri. Jika selalu tergantung pada orangtua, lama-kelamaan kita tidak punya identitas diri. Jadi, pelan-pelan harus berani berkata “tidak” untuk sesuatu yang kita yakini benar. Dan harus bersama pasangan, jangan hanya satu pihak.
Batasi “hobi”
Anda suka nongkrong bareng teman sepulang kantor? Nah, setelah menikah, sebaiknya batasi frekuensi acara nongkrong bareng teman. Intinya, hindari melakukan kebiasaan-kebiasaan yang tidak mendukung kehidupan suami-istri.
Alokasi keuangan
Beli mobil atau furnitur? Keputusan membeli mobil, misalnya, untuk suami-istri yang kondisi keuangannya pas-pasan, harus dibicarakan benar-benar. Jangan sampai salah satu pihak nantinya tidak puas. Intinya, modal atau harta yang merupakan hasil kerja bersama, harus disepakati bersama. Hal ini juga berlaku untuk harta yang merupakan hasil keringat sebelum menikah.
Punya anak atau tidak?
Hal ini mesti dibahas sebelum menikah. Jangan sampai setelah menikah Anda ingin punya anak, sedangkan pasangan Anda tidak. Jika memang ingin punya anak, sebaiknya pasangan suami-istri melakukan tes kesehatan pranikah.
Istri bekerja atau jadi ibu rumah tangga?
Hal ini berhubungan dengan kondisi ekonomi. Jika sebelum menikah Anda dan pasangan sudah bekerja dan setelah menikah suami tetap menginginkan Anda bekerja, Anda perlu pintar membagi waktu antara pekerjaan dan rumah tangga. Apalagi jika kelak punya anak. Kendati demikian, mengurus rumah tangga dan anak tidak dibebankan 100 persen pada istri. Idealnya, rumah tangga dan anak bisa dikerjakan berdua.